Tips-Desain-Model-3D-Ketika-Di-Print-v

Aus elearnportal.de
Wechseln zu: Navigation, Suche


Di dalam rubrik Trik kali ini, abdi akan melepaskan lima trik atau jalan dalam merancang model visual 3D pra dicetak secara printer 3D. Perlu tersua bahwa pada industri 3D Printing, rancangan memiliki kontribusi yang benar penting. https://www.evo3dprint.com/ Untuk mendapatkan kinerja yang cantik maka pantas berawal atas desain yang baik agaknya.

Ada beberapa hal yang perlu tersua dan dipahami oleh getah perca desainer ataupun 3D modeler dalam mendesain model 3D, yaitu:

1. Tentukan wujud dari disain yang aku kerjakan.

Desainer atau 3D modeler yang baik kudu mampu mengerti tujuan dari desain / model yang akan dicetak. Apakah model 3D yang didesain bertujuan untuk tujuan industri / hanya dimanfaatkan untuk hajat personal.

2. Perhatikan software desain yang digunakan.

Terdapat banyak software yang dapat kita manfaatkan untuk memproduksi desain tampak model 3D. Diantara software yang popular adalah AutoCAD, Autodesk 3D Max, Blender, Solidworks, ZBrush, dan Sketchup. Kita demi memperhatikan apakah software yang kita manfaatkan bersifat kuat, mesh, CSG atau face. Pastikan kita memahami secara baik karakteristik dari software yang digunakan agar rancangan yang dikerjakan berhasil maksimum.

3. Pandang ketebalan dinding (wall thickness), distorsi, luas, dan akurasi/detail desain atau model 3D.

Dalam mendesain atau membuat model 3D harus diperhatikan akurasi/detail, penyimpangan, dimensi, dan ketebalan permukaan/dinding. Karena gak semua spesies printer 3D mampu mencetak model 3D sesuai beserta keinginan kita. Pada umumnya, ketebalan minimum untuk sekat model 3D yaitu 1 milimeter. Berbeda dengan untuk distorsi model 3D yang akan dicetak, maksimum berkisar renggangan 0. dua milimeter untuk resolusi 100 & 200 micron serta 0. 4 milimeter untuk resolusi 400 micron.

Selain itu, kalian juga mesti mengetahui apakah model 3D yang aku desain mencita-citakan support ataupun penyangga. Support tersebut bakal dibutuhkan bahwa model 3D memiliki tapak kemiringan > 45°. Namun perlu diperhatikan, tidak semata jenis printer 3D mengidamkan support / penyangga di dalam mencetak rancangan 3D-nya. Pada umumnya, support dibutuhkan apabila kita memakai printer 3D yang memakai material dari plastik, laksana ABS. Berikut adalah rupa gambar model 3D yang membutuhkan support atau penyangga,

4. Pahami kemampuan printer 3D yang kita manfaatkan.

Mengapa kita harus mengetahui kemampuan printer 3D yang kita manfaatkan? Karena pada setiap printer 3D mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda-beda. Begitu juga secara material yang digunakan untuk mencetak model 3D yang sudah kita kerjakan. Tujuannya agar model 3D yang sudah kita desain sanggup dicetak beserta hasil yang maksimal.

5. Buat teratur format file untuk 3D Printing

Untuk mencetak desain 3D yang sudah didesain, kita harus berbuat export file ke dalam format STL (Stereo Litho Graphy). STL merupakan species file tipikal yang dipakai dalam proses mencetak secara printer 3D.

Setelah kita mengetahui sejumlah tips tentang mendesain model 3D di dalam industri 3D printing, diharapakan kita siap meminimalisir kelupaan dalam proses mencetak beserta printer 3D. Selain itu, kita mampu mendapatkan perolehan cetakan yang maksimal serasi dengan keinginan kita. Happy Printing!