Cara-Sederhana-Merancang-Repeater-Radio-p

Aus elearnportal.de
Wechseln zu: Navigation, Suche


COR (Carrier Operated Relay), banyak sekali versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh sohib-sohib blogger, sedari yang super sederhana sekaligus hingga yang tinggkat cakap, dan cor ini lazimnya dipergunakan untuk menggabungkan 2 buah radio yang umumnya di lakukan untuk menghasilkan pancar kembali.

Membuat Repeater sendiri beserta rangkaian COR yang bersahaja, rangkaian ini biasa juga disebut dengan modul cor (Carrier Operated Relay), mampu di bakal dengan ringan karena komponen-komponen yang dimanfaatkan banyak serta mudah dalam peroleh dipasaran tidak memakai komponen tertentu seperti IC CMOS, ataupun IC TTL atau MC (Microcontroler) sebagaimana pada modul-modul cor profesional cor repater dan mungkin saja postingan kali ini juga bagian daripada banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat ditemukan di internet untuk membuat sendiri bersimbur ulang.

COS Input
Keratan gambar rangkaian diatas ditemui ada penambahan switch, penambahan ini di buat untuk antisipasi kalau COS dari radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian itu mungkin siap dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan runtunan cortersebut pula dapat dipergunakan, dengan cara merubah kapasitas switch, apabila COS daripada radio penerima berlogika low maka switch diposisikan ke no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high oleh karena itu posisi switch dipindahkan di no1, di prinsipnya ada dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada saat COS yang diterima berlogika low jadi yang bekerja adalah transistor PNP, serta sebaliknya bahwa COS yang diterima berlogika high jadi transistor yang bekerja ialah NPN tentu halnya secara rangkaian cor pada postingan pancara kembali dengan icom 2100 yang lalu.

Audio Input
Di rangkain input ini tersembunyi dua risiko resistor yang memang berniat tidak pada buat berapa besar peringkat tahannanya, sesuatu ini disesuaikan dengan input yang digunakan, pada tatkala artikel itu di posting uji jajal audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver pra ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, peringkat RX1 dalam buat 1K, sedangkan uzur RX2 tidak digunakan sedikit pun. jika audio in dalam hubungkan di speaker out dari radionya nilai rintangan RX1 terbuat sebesar 5k6 ohm & nilai uzur RX2 100ohm, dan usahakan volume mulai radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika suara input terlalu tinggi oleh sebab itu suara yang dihasilkan tidak akan sempurna, saat saat penyambungan pastikan ground terpasang dengan baik serta kabel yang dipergunakan sepantasnya mempergunakan kawat head yang baik untuk mengurangi noise audio.

Rangkaian tone control disini bukanlah tone control tingkat profesional namun tone control simpel, hanya memfilter suara ataupun nada utama (treable) permulaan (bass) yang dapat tandus pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk hasil yang serasi dengan yang diinginkan sepantasnya kalibrasi prestise tahanan VR dengan buntal kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.
Dari penggalanan tone diatas juga terjumpa VR / tahanan mendorong yang berfungsi sebagai volume untuk mic in radio pemancar / Radio TX, penambahan transistor C945 diatas sebagai penguat sehingga taklimat yang masuk melalui sejumlah tahanan serta kapasitor siap di perkuat sebelum dikirimkan ke luar ( keradio pemancar).

http://www.graha-cctv.com/2017/11/sewa-repeater-ht-radio-komunikasi.html Kedekatan Ke Radio
Audi In sebaiknya diambil sebelum merasuk ke IC Ampli/Penguat yang terdapat dalam radio untuk hasil audio yang elok, namun mampu juga mengambil audio atas jack speaker yang tersembunyi di radio, hanya saja bila menggunakan serat ini sepantasnya volume radio jangan terlalu besar. adapun COS in sebaiknya dalam cari secara baik apabila menggunakan radio yang tidak ada konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang sudah biasa disediakan conector db9, radio motorola ada yang sungguh tersedia siap juga yang bukan, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya bukan terlalu sulit namun dibutuhkan sedikti ketelitian dan kesabaran,

Sekilas jalan mencari urat cos di radio,
Atur frekuensi yang hendak dalam gunakan, pastikan posisi pertimbangan radio dalam mode gaib (normal) ataupun menggunakan tone, seteleh itu siapkan radio ht serta samakan prestise frekuensinya & coba mengakui ptt di dalam radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari urat cosnya, perdana coba telusuri di daerah kaki IC ampli/suara lazimnya ada serat audio mute jalur tersebut juga siap dipergunakan dalam saat radio menerima sinyal dari radio yang ke-2. Akan siap perubahan saat jarum mutitester pada saat ptt pada radio ke-2 ditekan serta dilepas, bahwa di bagian audio mute tidak tapak coba telusuri di sesi if umumnya disini pun ada. kendatipun demikian tegangannya lebih kecil daripada jalur utuk audio mute. Jika di saat PTT dari radio lain ditekan dan peniti bergerak naik berarti cosnya high, dan ptt dicopot jarum kembali keawal, demi sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tegangan atau berpunya ditengah & pada tatkala PTT ditekan jarum berpikir turun jadi cos nya low. di dalam pencarian cos ini usahakan cari cos yang berlevel tegangan 5 volt.

Radio Pemancar
Untuk koneksi ikatan ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke urat + 8Volt yang umumnya terdapat di jack untuk extramic, atau dapat pula menghubungkan langsun didalam radio pemancar / bisa juga dengan jalan menambahkan adaptor, pemberian sediaan daya / tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan luar biasa stabil, sebab kestabilan mulai tengangan saangat mempengaruhi tanggapan yang didapatkan, jika jatah daya tidak baik titah yang dihasilkan bisa pula tidak baik ada getaran atau tanggapan sedikit rewel. untuk serat audio out dari pertalian dihubungkan di jalur mic dari radio pemancar, & jalur ptt dihubungkan di ptt radio pemancar, tetapi jalur ground pastikan terhubung dengan cantik, baik itu ground untuk mic serta ground chasis pesawat.